berhitung

Posted: October 19, 2013 in story over coffee

Padanya, aku melihat karakter. Mungkin juga fisik, entahlah, soal itu aku sadari kelak, setelah beberapa bulan mengenalnya. Aku mengaguminya terang-terangan. karena aku sudah cukup paham dengan perasaanku sendiri dan cukup dewasa untuk menyatakannya. Sementara diamku berarti cemburu dan dia tahu. Kami sangat dekat dalam proses yang cepat.

Padanya, aku banyak berhitung, tidak dalam deret ukur angka, karena aku tidak bisa. Berhitungku tentang segala kemungkinan dan ketidakmungkinan. Tentang kebenaran tindakan atau sebaliknya. Menerka-nerka, membaca tanda. Melelahkan sekaligus melenakan. Tidak ada kepastian disini.

Image

Dia lawanku yang tangguh, dalam berbicara atau dalam diam. Sia-sia mencari pemenang diantara kami. Kami berdiri sejajar. Memberi, menerima. Memberi, menerima, secara sadar tanpa meminta atau diminta. Diam, berbicara. Diam, berbicara, secara simultan. Pada akhirnya kami menikmati saja. Kadang aku terlupa berhitung. terlupa untuk berhitung kapan aku harus menyerah.

Advertisements
Comments
  1. Neny says:

    yakin masih gak mau berhitung sekarang? udah capek berhitungnya? kadang memang misterius ya gimana situasi bisa berbalik dgn secepat kilat #sigh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s